Desain Masjid yang Adem Tanpa Banyak Ornamen

Desain Masjid yang Adem Tanpa Banyak Orname

Project Name : Desain Masjid yang Adem Tanpa Banyak Ornamen
Area : +-300 sqm
Year : 2026
Architects : Argajogja
Structural Engineering : Argajogja

Desain masjid ini kuat di pendekatan modern-minimalis dengan sentuhan Islami yang subtle. Fasade tampil bersih dengan komposisi bidang masif berwarna terang yang memberi kesan tenang dan sakral. Penggunaan roster bermotif geometris di sisi kanan dan kiri menjadi highlight utama, berfungsi ganda sebagai elemen estetika sekaligus ventilasi alami dan filter cahaya. Bukaan vertikal yang ritmis menciptakan kesan simetris tanpa terasa kaku.

Elemen mihrab yang diekspresikan ke fasade melalui cerukan lengkung sederhana menjadi focal point yang kuat namun tidak berlebihan. Tipografi dan signage “Masjid Sya’ban” dengan aksen cahaya hangat menambah karakter sekaligus identitas visual yang modern. Lanskap minimal dengan tanaman ramping membantu melembutkan massa bangunan dan menjaga skala manusia. Secara keseluruhan, masjid ini terasa ramah, kontemporer, dan relevan untuk lingkungan urban masa kini.

Masjid bukan cuma soal bentuk, tapi soal rasa. Desain Masjid Sya’ban ini mencoba menghadirkan ketenangan lewat kesederhanaan. Fasade dibuat bersih tanpa ornamen berlebihan. Roster geometris dipilih sebagai elemen utama yang fungsional dan estetik. Cahaya masuk dengan lembut tanpa silau. Udara mengalir alami tanpa harus bergantung penuh pada AC.

Bentuk bangunan tegas tapi tetap ramah. Mihrab diekspresikan ke luar sebagai penanda arah dan makna. Lengkung sederhana jadi simbol tanpa harus tampil megah. Warna netral dipilih agar fokus pada aktivitas ibadah. Tipografi masjid dibuat modern tapi tetap berakar pada nilai Islami. Pencahayaan hangat memberi kesan welcoming saat malam hari. Lanskap minimal menjaga visual tetap bersih dan tertata.

Masjid ini dirancang untuk konteks lingkungan masa kini. Cocok berada di kawasan urban yang dinamis. Tidak perlu kubah besar untuk terlihat religius. Identitas bisa hadir lewat proporsi dan detail. Arsitektur tidak harus ramai untuk terasa bermakna. Setiap elemen punya alasan dan fungsi. Ruang ibadah seharusnya menenangkan pikiran. Desain ini mencoba menjawab itu.

Masjid sebagai tempat pulang, bukan sekadar bangunan. Tempat berhenti sejenak dari hiruk pikuk. Tempat mengatur ulang niat dan arah. Modern bukan berarti meninggalkan nilai. Sederhana bukan berarti kehilangan karakter. Inilah interpretasi masjid versi hari ini. Relevan, tenang, dan membumi. Arsitektur yang bicara pelan tapi terasa dalam.

Desain Masjid yang Adem Tanpa Banyak Ornamen
Desain Masjid yang Adem Tanpa Banyak Ornamen

Anda ingin didesainkan? WA Argajogja Arsitek

beli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *